Sunday, July 31, 2016

Pebisis Pemula? Simak 5 Hal Yang Menyebabkan Kegagalan Berikut Ini?

·   0



Failure via: standard.net
"Gagal" eng: Fail adalah situasi seseorang tidak mencapai apa yang dia inginkan. Situasi ini mungkin sudah dirasakan semua orang dalam hal terkecil apapun. Bagi seorang pebisnis pemula sering kali kegagalan dianggap bukanlah gubrisan dan sulit untuk menerima kenyataan yang menjadikan mereka gagal. Padahal sejatinya hidup ini harus gagal dulu, stress dulu, dan mengalami resiko dulu. Kalau tidak ingin menerima kegagalan lebih baik tidak usah untuk berkompetisi dalam hal apapun entah itu bisnis, perlombaan, dan sebagainya.
Bagi pemula sendiri kegagalan masih sangat rentan terjadi, dan bisa saja memang harus terjadi terutama dalam resiko-resiko kecil, sehingga kita perlu memantapkan pondasi jiwa kita dalam memulai sebuah bisnis. Adapun kegagalan tersebut mudah menghampiri seorang pemula dikarenakan usahanya belum dewasa, belum cukup ketat, dan masih tahap penyempurnaan karena memang begitulah faktanya ketika merintis sebuah usaha. Banyak calon pebisnis memulai sebuah usaha, namun yang berhasil sampai dikenal masyarakat sebagai pebisnis (sukses) hanya beberapa orang barangkali 1 dari 20 orang.

Bagi seorang pemula menganggap failure sebagai masalah besar adalah wajar. karena harus melalui pendewasaan dan kegagalan seharusnya menjadi pendorong kita untuk menganalisis study kasus mengenai kegagalan yang kita rasakan.

Supaya bisnis kita tetap berjalan dan progresif walaupun banyak masalah dan tantangan untuk mengatasinya hal yang harus diambil yaitu menganalisis permasalahan yang mungkin saja akan terjadi maupun yang sudah terjadi - menganalisis memang tidak mudah namun passion Anda dalam bisnis tersebut akan membantu lebih baik untuk memecahkan masalah tersebut kemudian.

Di postingan ini ada setidaknya 5 hal yang sering menjadi masalah terjadinya kegagalan seorang pebisnis yang baru memulai kedunia bisnis, Anda dapat menyimaknya dibawah.

#1 Kesalahan Dalam Menentukan Tujuan
Tujuan yang kurang mendukung untuk sukses dalam berbisnis juga sering terjadi oleh seorang pemula. Misalnya seorang karyawan yang menghindari rasa bosan dan kepala berat di kantor berencana untuk membuka sebuah usaha serta untuk mengisi waktu luang tersebut. Saya sering mendengar pernyataan seperti ini. Tujuan ini bukanlah kesungguhan seorang pebisnis untuk terjun didalamnya karena bisa saja bisnis bukanlah passion Anda selain itu perasaan stress dan frustasi  masalah mudah menyerang Anda karena pada dasarnya saja tujuan Anda untuk mengisi waktu luang dan kebosanan di kantor . Dampak dari tujuan yang tidak tepat ini akan membuat Anda setengah hati dalam merintis usaha yang sebenarnya sikap ini harus diperbaiki karena masalah di tempat karir berbeda dengan masalah pada usaha baru Anda jadi mungkin tidak sulit untuk memanajemen kerja yang dikhususkan untuk karir dan dikhususkan untuk usaha bisnis baru.
Karena merintis usaha tidak boleh dianggap kerja sampingan kecuali skala bisnis Anda kecil dan cukup membayar kredit kendaraan. Dikatakan berbisnis berarti skala usahanya lumayan. Bisnis perlu perhatian penuh.

#2 Kesulitan Menarik Pelanggan
Hal yang paling utama dalam sebuah bisnis adalah pelanggan siapapun yang menggunakan produk atau jasa Anda di sebut pelanggan, eng:costumer. Merasa kesulitan dalam melakukan teknik-teknik promosi untuk menarik pelanggan ujung-ujungnya ketidakberhasilan sehingga menjadi berdampak pada kegagalan bisnis Anda.
Euphoria yang berlebihan ketika mulai membuka sebuah bisnis, sering membuat kita lupa dengan hal-hal yang bersifat prinsipil dalam menjalankan sebuah usaha.
Pebisis pemula yang tidak berhasil menjaring pelanggan tentu akan gagal nantinya untuk itu perlu teknik promosi baik secara sosial maupun kualitas brand. Cara dan teknik promosi berbeda setiap bisang usaha secara khusus, namun secara umum kiat melakukan promosi dalam bisnis Anda yaitu:
1. Menjalin hubungan baik dengan calon costumer ataupun costumer lama
Yakinlah keakraban dan hubungan baik selalu di praktekkan oleh pebisnis yang sukses sekarang, pebisnis memang harus komunikatif dan menjalin hubungan dengan costumer.
2. Kekuatan Brand atau Product
Tidak semua masyarakat menyukai product, karena masyarakat cukup selektif dalam melakukan pembelian. mereka akan selalu hadir dengan harapan produk yang mereka dapatkan yang terbaik. Sekarang sudah jaman baru dan orang-orang menyukai yang baru, produk yang inovatif, kreatif, disertai dengan desain menarik menjadi pilihan mereka.
3. Target Pasar
Yang jelas seorang pebisnis harus pandai dalam meriset pasar, target pasar menjadi hal yang harus diperhatikan. Jika produk dan layanan untuk seorang remaja kita perlu mengetahui gaya hidup anak remaja saat ini, jika untuk anak-anak kita perlu mengetahui apa kesukaan dan hobby mereka, begitupun untuk kalangan orang tua ya harus kita sesuaikan.

#3 Biaya Operasional Tak Sebanding Dengan Pemasukan
Masalah seperti ini memang hantunya sebuah perusahaan dan pebisnis gulung tikar. Mana ada seorang pebisnis yang mau rugi secara pemasukan diatas biaya operasional yang lebih tinggi. Tentunya jalan usaha yang tak sebanding ini menjadikan semuanya gagal. Hal ini diakarenakan beberapa faktor seperti:

  • Tidak Menguasai Strategi Pasar
  • Brand dan Produk yang buruk
  • Relasi yang buruk kepada pelanggan
Laba atau keuntungan bisnis tentunya berasal dari hasil penjualan atau konversi barang dan jasa. Ketika produk tidak terjual sesuai target maka kita gagal dalam berbisnis, adapun penyebabnya yaitu ketiga hal diatas.
Maka menganalisis permasalah ini harus dilakukan, dan jangan sempat terjadi lebih baik dicegah dari sekang.

#4. Manajemen Hutang Yang Buruk
Pebisnis gagal karena dililit hutang sering terjadi, saya sendiri beberapa kali mendengar peristiwa seperti ini. Bayangkan jika seorang pengusaha yang sempat jaya dengan rumah mewah, mobil, dan anak kuliah diluar negeri harus bangkrut karena hutang membengkak.
Pebisnis yang terlalu terobsesi sering mengalami hal ini, padalah manajemen hutang harus tetap di ingat dalam situasi apapun. Menggunakan hutang untuk pengeluaran yang tidak perlu serta tidak terkait langsung dalam pengembangan usaha ujung-ujungnya akan menyebabkan pembengkakak hutang.
Kita boleh menjadi seorang kreditur asalkan untuk pembesaran usaha serta operasional perusahaan yang menjadikan penjualan yang baik, karena hutang hasil dikembalikan.

#5 Hubungan Tim Yang Tidak Solid dan Sejalan
Apapun alasannya bisnis harus berjalan baik melalui kerjasama tim. Setiap anggota harus saling peduli, terlebih lagi bagi sebuah usaha yang dirintis untuk bersama potensi pecah kongsi.
Rasa tidak percaya kepada partner lainnya sering menjadi penyebab kegagalan sebuah usaha, Tidak memiliki rasa percaya muncul karena keinginan untuk dipercayai tetapi malah kita tidak mampu untuk membuktikan bahwa kita pantas untuk dipercaya. Untuk urusan tim yang baik setiap anggota harus saling mempercayai anggota lainnya, buktikan diri sendiri bahwa kita bisa dipercayai.

Selain itu anggota yang dirinya merasa lebih unggul dan memiliki jasa terbanyak dalam tim juga sering menyebabkan perpecahan kelompok, karena dalam usaha kita harus benar-benar mengerahkan seuruh hati dan kepentingan kelompok itu sendiri, anggota yang merasa lebih baik sangat perlu untuk memberikan toleransi kepada anggota lainnya terutama pada kelemahan.
Karena jika merintis usaha secara tim kita harus memberikan kelebihan dan kelemahan kita menjadi bagian dari anggota lain, supaya sepadan.
beberapa referensi kajian artikel: www.maxmanroe.com

Fitur ini belum tersedia sekarang :

#Komentar diluar topik tidak akan dibalas
#Spam, Promosi, dan/atau melanggar kebijakan Google & AdSense tidak akan di setujui